January 17, 2013

Ririn Wulandari Kole: Berorganisasi, Berkompetisi, IPK Tetap Tinggi



Oleh: Mulyadi Saputra


          Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi, mahasiswa mana yang tak mau. Namun tak banyak yang bisa memperolehnya, ada yang mendapatkan IPK tinggi namun ia hanya konsentrasi kepada kuliah saja, tidak aktif di organisasi dan juga tidak ikut kompetisi-kompetisi. Hanya melulu kuliah. Banyak yang menilai demikian itu tidak juga baik bagi seorang mahasiswa, karena saat ini yang banyak di butuhkan adalah yang memiliki soft skill bagus. Soft skill di dapat salah satunya dengan aktif di organisasi. Sedangkan yang aktif di organisasi, ikut berbagai macam kompetisi tetapi IPK tetap tinggi, sangat sedikit sekali.
Ririn Wulandari Kole yang akrab di sapa Ririn adalah salah satu dari sedikit orang tersebut. IPK 3,8 mendapat berbagai macam prestasi baik akademik maupun non akademik, aktif pula di beragam organisasi. Tentu pertanyaannya, kok bisa ya? Tentu bisa, kuncinya menurut Ririn, manajemen waktu. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ikom) Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) angkatan 2009 ini, terakhir menjadi juara
pertama dalam ajang Mahasiswa Berprestasi tingkat Kopertis Wilayah IV, meraih juara pertama di ‘National Debate Competition E-Marketing’ di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.
“Kuncinya harus bisa manajemen waktu, meski kompetisi kadang menyita waktu belajar, karena saya banyak membagi perhatian pada beberapa hal. Tapi karena saya belajar di lingkungan manajemen, ya harus bisa mengelola semua itu,” ucap Ririn yang dilahirkan di Sulawesi Tenggara, tepatnya Kota Raha.
Tak hanya itu saja kompetisi yang ia juarai, dalam kompetisi Indonesia Marketing Competition (Imotion) di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI), Ririn mampu merebut juara tiga, dan dalam kompetisi di Alsa English Challenge di Universitas Padjadjaran (Unpad), ia mampu merebut juara dua. Hal ini tentu mengagumkan. Ia tak hanya membawa nama peribadi semata tetapi juga institusi.  
“Lakukan semua hal yang positif dengan maksimal dan terbaik, jangan setengah-setengah. Saya ikut kompetisi sejak duduk di SD, cuma dulu paling dalam kompetisi bahasa Indonesia, Saint, IPA dan lainnya. Nah, pas sudah SMP mulai lebih luas lagi, SMA juga ikutan, cuma emang belum pernah jadi juara nasional saat itu. Baru pas ke Bandung semester empat atau lima kemarin jadi juara tiga di FE UI,” papar gadis yang lahir pada 11 April 1991 ini.
Juara dalam lomba tak membuat Ririn terlena, ia masih tetap aktif diberbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), salah satunya yakni UKM Student English Forum (SEF) dan IM Telkom Choir (UKM paduan suara). Motivasinya tak lain yakni untuk memperluas pengetahuan, dan teman. “Semua orang bisa saja merangkul 500 teman, tapi bisa saja dari 500 itu ada yang menjadi memusuhi. Tapi saya percaya, kalau semua tergantung niat, kalau niatnya memang baik, meski belok-belok sedikit, nanti pasti jadi baik,” ujarnya.
Ririn yang memiliki tokoh inspirasi seorang mantan Presiden Indonesia, B.J. Habibie ini, memiliki cita-cita menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO), meski tujuan akhirnya ingin menjadi seorang pengajar dan memiliki usaha sendiri. Menurutnya B.J. Habibie layak menjadi contoh, karena kebijakkannya yang terkadang kontroversial dan menuai pro dan contra, bila dipikir-pikir masuk akal dan menarik untuk jadi referensi.
Di Prodi Ikom saya sudah mengambil konsentrasi Marketing Communication dari semester empat. Cita-cita saya pengen jadi CEO, karena saya ingin terjun di dunia marketing dan bisnis. Bisnis itu stakeholdernya banyak banget, berhubungan dengan masyarakat, konsumen, dan pemerintah. Bisa banyak belajar dari segala hal. But finally, saya ingin menjadi pengajar sambil jadi entrepreneur, pengen buka usaha sendiri,” ungkapnya.
Untuk saat ini, target terdekatnya dalam kompetisi yakni ikut serta dalam kompetisi paduan suara internasional di Korea. “Targetnya terdekat pada bulan November ini, saya beserta teman-teman IM Telkom Choir ingin kompetisi di paduan suara internasional di Bhutan, Korea. Bhutan International Quair Festival. Kelompok IM Telkom Choir harus mencoba ikut kompetisi tingkat dunia. Siapa tahu kita bikin lompatan quantum buat kompetisi-kompetisi di nasional,” tuturnya.
Wanita yang kini tinggal di Kota Bandung sejak 2009 ini senang dengan berbagai tantang, “I’m love the challenge, saya suka tantangan dan berkompetisi, kalau kita jadi bagian kampus yang sudah besar, tentunya biasa-biasa saja di kampus besar itu. Tapi kalau ikut membesarkan ibarat orang yang menyusun pondasinya dari bawah, kita ikut membesarkan kampus. Nah, ketika itu menjadi besar dan kita berada dalam prosesnya, dan itu bisa menjadi kebanggan tersendiri. Kesannya lebih banyak perjuangan,” katanya.
Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Kota Raha ini meski telah menjuarai berbagai prestasi, ia tetap ingin berbagi dengan yang lain soal pengetahuan dan keilmuan. Ia tak ingin disebut menjadi ‘one woman show’. “Saya pengen ada regenerasi, jadi adik-adik kelas harus ikut serta dalam berbagai kompetisi dan mereka juga harus bisa menjadi juara baik nasional maupun internasional. Harus bisa lebih dari yang sebelumnya,” pungkas Ririn yang memiliki hobi membaca, nyanyi, debat dan diskusi ini. 

*Tulisan pernah dimuat di Majalah M-Bizz

No comments:

Post a Comment