January 15, 2013

IPTV, Televisi Model Baru



foto: whistleout.com.au
Video kill the radio star”. Itulah judul lagu yang pernah dipopulerkan The Buggles tahun 1981 silam. Lagu ini banyak digandrungi kawula muda, hingga di-recycle oleh grup The Presidents of USA tahun 1990-an. Tapi tunggu, bukan soal musik yang akan dibahas kali ini. Selain menjadi nama band, ungkapan di atas menunjukkan, dengan adanya video maka orang akan semakin menikmati sajian sebuah hiburan. Meski tidak secara langsung membunuh hiburan-hiburan audio yang biasa disajikan media radio, namun kini orang lebih memilih televisi.
Ya, televisi memang sebuah media penyampaian informasi dan hiburan yang lengkap. Selain suara, penonton televisi pun dapat melihat gambar yang disajikan. Pertama kali televisi ditemukan sekitar tahun 1920-an, warnanya masih hitam putih. Kualitas gambar yang disajikan
pun masih buruk. Namun seiring waktu, televisi terus dikembangkan hingga kini mempunyai bentuk yang bermacam-macam dengan kualitas terbaik. Untuk penyiaran acara-acara televisi pun terus berkembang. Mulai dari penyiaran melalui teknologi gelombang elektromagnetik, frekuensi satelit yang bersifat analog, hingga kini yang besifat digital dengan berbasis Internet Protocol (IP).    
Khusus untuk televisi digital berbasis internet (IPTV), belakangan ini sedang booming. Bahkan, BUMN telekomunikasi Indonesia, PT Telkom telah meluncurkan IPTV yang dinamakan Groovia TV. Keistimewaan IPTV tak hanya dari sajian hiburan yang dapat dinikmati dari sebuah televisi, namun lebih dari itu. IPTV bukan hanya konten televisi yang didistribusikan via internet, namun merupakan sinergi antara kekuatan interaksi internet dan web dengan kekuatan media televisi. Dengan sifatnya yang interaktif, IPTV diharapkan dapat memenuhi keinginan masyarakat.
Layanan IPTV sendiri secara umum meliputi broadcast televisi dan video di atas akses internet dan interaksi multimedia dengan kecepatan true broadband seperti game, shopping, dan advertising. Selain itu, ada layanan content on demand yang termasuk TV on demand, video on demand, music on demand, dan karaoke on demand. Layanan ini pun dapat disaksikan dengan perangkat televisi, komputer, notebook, bahkan smartphone. Untuk tayangan live serta video on demand, IPTV mendukung Standard Definition (SDTV) serta High Definition (HDTV). Video on demand sendiri dapat dikontrol seperti layaknya menonton DVD.   
Meski telah banyak bermunculan layanan televisi kabel (TV kabel), namun layanan IPTV menyajikan keunggulan-keunggulan lebih dari layanan TV berbayar tersebut. Dan, untuk investasi pengembangannya pun bukan hal mudah. Jika dulu pengembangan IPTV sangat dibatasi ketersediaan infrastruktur jaringan broadband, kini tidak lagi. Bahkan, PT Telkom telah menganggarkan tak kurang dari Rp 50 milyar untuk investasi pengembangan IPTV. Untuk mendukung layanan ini, Telkom terus berusaha mengembangkan kapasitas akses, yakni mengembangkan akses pita lebar dan menambah kecepatan true broadband atau akses dengan kecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps.  
Untuk mendukung kualitas layanan IPTV, kapasitas bandwidth yang diperlukan minimal 6 Mbps. Namun, saat ini kapasitas true broadband yang sudah terpenuhi baru sekitar 21%. Rencananya, pembangunan jaringan broadband akan selesai tahun 2014-2015. Untuk sementara, PT Telkom sendiri baru akan mengembangakan IPTV ini di wilayah Jakarta yang sudah memiliki infrastruktur broadband lebih memadai dibandingkan daerah-daerah lainnya di Indonesia.  
Layanan IPTV dinilai akan menjadi primadona di masa yang akan datang selain layanan-layanan broadband lainnya. Terlebih, pengguna dapat menikmati layanan ini di berbagai gadget. Jika sudah begini, siapkah masyarakat menyambut kehadiran hiburan televisi terbaru ini? 

*Dari Berbagai Sumber
*Artikel Pernah Dimuat di Majalah Cyber 

No comments:

Post a Comment