February 5, 2013

UKM IMT Choir: Berharap Kembali Juara di Tingkat Internasional




Dok. Choir
 Bermodalkan tekad yang kuat, kerja keras dan usaha apapun bisa terjadi. Benar, jika ada yang mengatakan ‘sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang mustahil, jika mau berusaha semua menjadi mungkin terjadi’, bisa dibuktikan. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Institut Manajemen Telkom (IMT) atau yang lebih dikenal dengan IMT Choir , membuktikannya dengan menjuarai berbagai perlombaan di tingkat nasional dan internasional.
Untuk kejuaraan nasional, IMT Choir merebut juara pertama pada kompetisi paduan suara terkemuka di Indonesia yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB), September 2012 lalu. Prestasi gemilang ini memang sudah ditargetkan IMT Choir sejak berdiri. “Sejak STMB (Sekolah Tinggi Manajemen Bandung) dulu
sudah ada, tetapi hanya tampil di acara-acara seremonial kampus. Pada tahun 2002, saya jadi pengurus dan mengusulkan menjadi organisasi penuh dan jadi UKM, tahun 2003-2004 akhirnya disahkan,” papar anggota senior IMT Choir, Tarandika Tantra
Tantra melanjutkan, “Sejak tahun 2005 kami punya program, mengadakan konser, sehingga menuntut kami untuk berlatih terus-menerus. Lalu, dibuat roadmap tahun 2006 bahwa IMT Choir 5 – 10 tahun ke depan harus bisa menjadi juara baik nasional maupun internasional. Tahun 2010 dicoba ikut lomba di ITB, tapi belum menang. Tahun ini, akhirnya kami bisa mewujudkan cita-cita menjadi juara itu,” kenang Tantra.
Setelah menjadi juara di lingkup nasional, pada November 2012, IMT Choir kembali menoreh prestasi di kancah internasional dengan menjuarai ajang ‘Busan Choral Festival and Competition’ di Busan Korea Selatan. Prestasi gemilang ini tentu bukan hasil cuma-cuma, kerja keras anggota dan tim dari IMT Choir-lah yang menentukannya. Meski hanya memboyong medali perak atau juara dua, namun ajang ini merupakan ajang bergengsi di dunia paduan suara.
Ada dua tim paduan suara yang dikirim untuk mewakili Indonesia di Korea Selatan, namun hanya IMT Choir yang berhasil membekukan prestasi. “Lawan kami ada dari Norwegia, Korea, ada dari Indonesia sendiri, dari Polandia, China, Philipina dan lainnya. Kami berhasil meraih medali perak dari kategori ethnic, sedangkan yang memperoleh emas dari Norwegia kategori ethnic. Sementara untuk kategori mix kami kalah. Secara keseluruhan ada empat kategori, ada suara perempuan, suara laki-laki, mix suara, populer, dan ethnic. Kami hanya ikut serta pada dua kategori. Biasanya untuk kategori ethnic, peraih juara selalu dari Asia, tetapi untuk kali ini hanya kami yang memang mewakili Asia,” jelas Tantra.
Prestasi yang diraih pada ajang menakjubkan di Busan ini, menurut Tantra, tidak disangka. Mengingat persiapan IMT Choir sangat singkap,hanya sekitar dua bulan menjelang lomba berlangsung. “Waktu kami hanya dua bulan untuk persiapan, soalnya kami mendapat informasinya terlalu mepet. Namun, sejak mendapatkan info tersebut, kami terus latihan, hingga akhirnya kami dapat memperoleh hasil yang memuaskan ini,” ucapnya.
IMT Choir sendiri memiliki anggota aktif lebih dari 70 orang, dengan keanggotaaan bersifat seumur hidup. Jadi, bagi mahasiswa yang sudah lulus dari IM Telkom sekalipun masih tetap bisa ikut serta dan aktif di organisasi. “Hingga kini sebenarnya antusias mahasiswa untuk ikut serta pada UKM ini sangat banyak, dan kami juga melakukan seleksi pada penerimaan anggota baru,” ucap Tantra.
IMT Choir yang diketuai Wulan Swastika ini, memiliki jurus khusus untuk memacu anggota agar dapat tampil lebih baik. Salah satunya yakni dengan menonton pertunjukan-pertunjukan paduan suara profesional. “Kami sering nonton konser paduan suara lain, untuk menjadikan motivasi bagi kami, selain itu juga ikut serta pada perlombaan-perlombaan, di sana akan banyak belajar dari grup-grup lain dan kesalahan yang kami lakukan. Selain itu, peran pelatih juga sangat besar, waktu lomba di Busan kemarin itu, kami seperti anak kecil yang ikut lomba orang dewasa dan ternyata menang,” ungkapnya.
Pada perlombaan di Busan, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa, tetapi juga kalangan profesional. Bahkan, perwakilan dari Indonesia selain dari IMT Choir, tim lainnya berasal dari dari kelompok paduan suara gereja. Namun, dengan modal semangat dan kerja keras akhirnya dapat bersaing dan bahkan memenangi kompetisi yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Korea Selatan tersebut.
IMT Choir yang sebelumnya bernama PSM (Paduan Suara Mahasiswa) STMB, akan terus maju dalam kompetisi-kompetisi dunia lainnya. Pada 2014 mendatang, IMT Choir berencana ikut serta di ajang bergengsi lainnya di Eropa. Selain itu, UKM ini akan mengadakan konser besar di Indonesia pada tahun 2013 mendatang.
“Tahun 2013 kami mau mengadakan konser besar tahunan, untuk memperingati satu dekade IMT Choir. Terlebih Bandung dikenal sebagai pusat paduan suara mahasiswa. Kami ingin tunjukkan kalau IMT Choir itu berkualitas. Sementara tahun 2014 kami berencana ikut kompetisi internasional lagi, kami sudah dapat undangannya dari Inter Culture, yaitu organisasi paduan suara internasional. Kalau tidak salah, rencananya akan berlangsung di Republic Ceko atau Belanda untuk tahun ini. Target lainnya adalah bisa masuk dan menjadi juara di ajang European Grand Prix, ajang kompetisi yang diimpikan semua tim paduan suara,” pungkasnya.
Namun, untuk masuk dalam ajang European Grand Prix tidak mudah, karena harus lolos diberbagai seleksi dengan tahapan-tahapan cukup banyak dan berat. Persaingannya pun tentu cukup berat. Untuk di Indonesia, salah satu alat ukurnya yaitu kompetisi yang diselenggarakan di ITB. 


No comments:

Post a Comment